R RUAYA Initiative
Riset

Menyelami Potensi Perikanan Skala Kecil (Small Scale Fisheries) di Jantung Sungai Kampar: Studi Kasus Rantau Baru

26 July 2025
Riska Fatmawati
50 Pembaca
Menyelami Potensi Perikanan Skala Kecil (Small Scale Fisheries) di Jantung Sungai Kampar: Studi Kasus Rantau Baru

Di jantung Sungai Kampar, tepatnya di Desa Rantau Baru, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, kehidupan masyarakat tak bisa dilepaskan dari denyut nadi perikanan skala kecil. Sebagian besar warga menggantungkan hidup pada aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap tradisional seperti pengilar—sejenis perangkap pasif yang ditempatkan strategis di perairan dangkal—dan jaring multifungsi. Sistem perikanan di wilayah ini telah berlangsung secara turun-temurun dan mencerminkan praktik perikanan berkelanjutan berbasis kearifan lokal. Meski berskala kecil, potensi hasil tangkapannya cukup menjanjikan, mulai dari ikan-ikan sungai ekonomis seperti baung (Hemibagrus spp.), tapah (Wallago attu), hingga spesies endemik seperti pari putih sungai (Himantura signifer), yang memperkuat posisi kawasan ini sebagai benteng terakhir keanekaragaman hayati perairan daratan Riau.

Urgensi Perlindungan dan Pemetaan Potensi Small Scale Fisheries Rantau Baru

Namun di balik kekayaan tersebut, perikanan skala kecil di Rantau Baru menghadapi tantangan serius akibat degradasi habitat, aktivitas industri ekstraktif di hulu, serta minimnya perhatian terhadap pendataan dan pengelolaan berbasis ilmiah. Padahal, keberadaan spesies endemik seperti pari putih sungai tidak hanya menunjukkan tingginya nilai ekologis perairan ini, tetapi juga memberikan peluang ekonomi dan konservasi yang besar apabila dikelola dengan pendekatan berkelanjutan. Upaya pemetaan potensi small scale fisheries dan integrasi pengetahuan lokal-nelayan dalam kerangka kebijakan perikanan akan menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus melestarikan warisan hayati Sungai Kampar untuk generasi mendatang.

Bagikan tulisan ini:

Reader dialogue

Comments

0 contributions

Be the first to add a thoughtful response.